4 Orang Dijerat UU ITE soal Insiden Asrama Papua

GERCIN.id – Jakarta. Insiden pengepungan asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Kota Surabaya, Jawa Timur, pada 16 Agustus 2019 berbuntut panjang.

Unjuk rasa hingga kericuhan terjadi di sejumlah wilayah Papua dan Papua Barat usai insiden di Surabaya. Diduga, pemicu demonstrasi dan kericuhan itu adalah adanya ujaran kebencian dan berita bohong terhadap para penghuni asrama Papua. Polisi pun kini menyelidiki kasus ujaran kebencian tersebut.

Polda Jawa Timur pun sudah menetapkan beberapa tersangka dalam insiden asrama Papua di Surabaya. Mereka diduga merupakan pelaku ujaran kebencian dan berita bohong. Berikut nama-nama yang kini menjadi tersangka:

1. YouTuber AD

Polisi pada 16 September 2019 kembali menetapkan seorang tersangka. Kali ini, seorang YouTuber berinisial AD yang menjadi tersangka kasus ujaran kebencian dalam insiden asrama mahasiswa Papua di Surabaya. AD mengunggah insiden dan membuat provokasi saat terjadi pengepungan asrama Papua di Surabaya ke YouTube. YouTuber itu ditangkap di Kebumen, Jawa Tengah.

2. Tri Susanti

Polisi menetapkan koordinator lapangan penggerebekan asrama Papua di Surabaya, Tri Susanti, sebagai tersangka pada Rabu (28/8). Tri Susanti diduga melakukan penyebaran ujaran kebencian dan berita bohong dalam insiden asrama mahasiswa Papua di Surabaya.

Polisi menahan Tri Susanti selama 20 hari ke depan, mulai 3 September 2019. Penahanan dilakukan usai Tri Susanti menjalani pemeriksaan pada Senin (2/9) mulai pukul 11.30 WIB hingga 24.00 WIB.

Polisi menjerat Tri Susanti dengan pasal berlapis, yakni Pasal 45 A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan atau Pasal 4 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Rasis dan Etnis dan atau Pasal 160 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan atau ayat 2 dan atau Pasal 15 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Tri Susanti pun kini berencana mengajukan praperadilan. Langkah hukum itu sedang dipertimbangkan pengacara Tri Susanti.

3. Samsul Arifin

Seorang ASN bernama Samsul Arifin yang turut terlibat dalam penggerebekan asrama Papua juga ditetapkan menjadi tersangka. Seperti Tri Susanti, Samsul juga ditahan selama 20 hari ke depan, mulai 3 September 2019.

Penahanan dilakukan usai Samsul menjalani pemeriksaan bersama Tri Susanti pada Senin (2/9), mulai pukul 11.30 WIB hingga 24.00 WIB. Samsul minta maaf dan mengaku khilaf atas ujaran rasial dan penyebaran hoaks tersebut. Kuasa hukum Samsul kini tengah mempertimbangkan untuk mengajukan penangguhan penahanan atau praperadilan.

4. Veronica Koman

Polda Jatim turut menetapkan Veronica Koman sebagai tersangka penyebar berita bohong terkait insiden asrama Papua di Surabaya. Penetapan tersangka diumumkan polisi pada 4 September 2019.

Meski tak berada di lokasi, Veronica dianggap memprovokasi lewat media sosial Twitter. Polisi menyebut ia pernah menyerukan mobilisasi ‘aksi monyet untuk turun ke jalan di Jayapura’ hingga ‘momen polisi mulai tembak ke dalam asrama Papua’.

Veronica Koman merupakan aktivis dan pengacara yang berfokus pada bidang hak asasi manusia. Mantan pengacara Lembaga Bantuan Hukum Jakarta ini cukup aktif membela berbagai kasus hukum yang berhubungan dengan Papua. Polisi kini masih mencari Veronica Koman yang diduga berada di luar negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

free hit counter