Mabes Polri: Perusak ATM di Manokwari Jadi Tersangka

GERCIN.id – Jakarta. Mabes Polri mengungkap bahwa terduga pelaku perusakan mesin ATM di Manokwari, Papua Barat, sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Insiden hari pertama, perusakan ATM itu (satu orang) sudah ditetapkan menjadi tersangka,” ucap Kepala Bagian Penerangan Masyarakat (Kabagpenum) Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 23 Agustus 2019.

Sebelumnya, kepolisian mengamankan seorang terduga pelaku perusakan mesin ATM di Manokwari, Papua Barat. Dia ditangkap pada Senin, 19 Agustus 2019.

Asep menjelaskan, perusakan itu dilakukan saat aksi unjuk rasa dugaan rasialisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur.

Terduga pelaku kedapatan merusak mesin ATM di dekat eks kantor Gubernur Papua Barat. “Aksi hari pertama, perusakan ATM di area gedung bekas kantor Gubernur Papua Barat,” ungkapnya.

Kondisi di Papua menghangat setelah sejumlah pemuda dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) terlibat bentrok dengan warga di Perempatan Rajabali, Malang, Jawa Timur, Kamis, 15 Agustus 2019. Bentrokan bermula saat para mahasiswa Papua berunjuk rasa memperingati 57 tahun perjanjian New York, Amerika Serikat.

Di sela-sela aksi bertemakan ‘Amerika Serikat Harus Bertanggung Jawab Atas Penjajahan di West Papua’ itu, keributan antara pedemo dan warga terjadi.

Aksi saling lempar batu antara pedemo dengan warga yang berusaha mencegah unjuk rasa tak terelakan. Aksi di Malang itu mendapat protes dari masyarakat di Manokwari, Papua Barat. Warga Manokwari menggelar aksi damai pada Senin, 19 Agustus 2019. Namun, aksi ini berbuntut kerusuhan.

Aksi juga bermunculan di Sorong, Papua Barat. Sejumlah fasilitas umum seperti Kantor DPRD, Bandara Domine Eduard Osok, dan Lapas Kota Sorong rusak. Demonstrasi pun merembet hingga ke Fakfak, Papua Barat, dan Mimika, Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

free hit counter