TNI Menemukan Bukti Sejarah di Hutan Papua

GERCIN.id РJayapura. Di saat tanah Papua sedang membara dengan keributan berbau SARA dan isu kemerdekaan. Ada sebuah kisah yang patut diketahui masyarakat Indonesia. Cerita tentang prajurit Tentara Nasional Indonesia atau TNI yang menemukan bukti sejarah bangsa ketika Indonesia belum merdeka.

Bukti sejarah ditemukan di hutan tepi pantai sektor utara perbatasan RI-PNG, Skouw, Jayapura. Bukti sejarahnya berupa sebuah patok batas negara kuno. Hanya saja itu bukan patok batas negara RI dan PNG. Melainkan patok batas dua negara yang pernah menjajah Nusantara. Yakni Inggris dan Belanda.

Menurut informasi yang disiarkan TNI melalui akun media sosialnya, patok kuno peninggalan penjajah ditemukan di dekat patok MM 1 perbatasan negara RI-PNG. Patok tak sengaja ditemukan ketika prajurit dari Komando Taktis Satgas Pamtas RI-PNG dari Batalyon Infanteri 713/Satya Tama yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Batas Negara Republik Indonesia dengan Papua Nugini melakukan patroli.

“Perjalanan ke lokasi memerlukan waktu hampir 3 jam 45 menit, rute perjalanan terjal dan harus menuruni tebing curam dengan tali,” kata Mayor Inf Dony, Jumat 30 Agustus 2019.

Patok kuno itu ditemukan di lokasi yang sulit sekali dijangkau manusia biasa. Berada di tebing terjal. Bahkan untuk bisa sampai ke lokasi temuan TNI harus menuruni tebing jurang berbahaya.

Komandan Satgas Pamtas, Mayor Inf Dony Gredinand yang turun langsung melakukan patroli memastikan patok kuno itu belum terdaftar dalam data patok perbatasan yang dimiliki Satgas Pamtas RI-PNG.

Patok kuno itu disebutkan dibuat sejak tahun 1930 atau lima belas tahun sebelum Presiden Soekarno membacakan teks proklamasi kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Temuan ini menjadi bukti sejarah penting betapa dahulu negara kita diperebutkan banyak bangsa penjajah.

Tapi mereka semua dipaksa menyerah dan angkat kaki dari bumi pertiwi setelah Negara Kesatuan Repulik Indonesia berdiri dan semua perjuangan anggota TNI dalam menemukan patok bersejarah itu patut diapresiasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

free hit counter