Tokoh Papua Meminta Ketum GERCIN Menghadap Presiden RI

GERCIN.id – Jayapura. Tokoh Papua Gustaf Fonataba meminta kepada Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Rakyat Cinta Indonesia Hendrik Yance Udam untuk segera menghadap Presiden RI Ir Joko Widodo untuk melaporkan situasi terakhir di papua paska Kelompok Kriminal Saparatis Bersenjata ( KKSB ) melakukan penyerangan terhadap anggota TNI yang bertugas di kabupaten Nduga Provinsi Papua yang mengakibatkan satu anggota TNI meninggal dunia. Hal ini sangat perlu sekali mengingat adik HYU adalah anak asli papua dan juga adalah tokoh papua yang sangat kritis serta penggiat isu – isu kebangsaan, sebab Bung HYU berkecimpung di organisasi tingkat nasional, kami juga meminta kepada Staf Khusus Presiden RI yang membidangi persoalan papua papua yaitu Bapak Lenis Kogoya untuk tidak banyak berkomentar dari Jakarta dan tinggal di Jakarta, namun harus turun juga ke Papua dan tinggal bersama masyarakat Papua untuk mencari solusi dalam menyelesaikan persoalan Papua, pintanya dalam rilis yang di terima media ini minggu 21/7/2019.

“Ketum GERCIN usahakan ketemu dengan Bapak Presiden Joko Widodo supaya memerintahkan Menteri PUPR supaya dapat melibatkan pengusaha lokal asli papua terlibat didalam pelaksanaan pekerjaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Trans Papua kami pengusaha asli papua sudah siap bilamana ditunjuk bekerjasama membangun Papua. Hal ini jadi perhatian pemerintah pusat khususnya Kementerian PUPR supaya melibatkan pengusaha asli papua didalam pelaksanaan pekerjaan Infrastur Jalan dan Jembatan  khususnya didaerah pedalaman seperti Kabupaten Nduga diruas Jalan Trans menuju Jayapura, sehingga mengurangi adanya konflik bersenjata didaerah tersebut.

Perusahaan  BUMN PT. PP ini sudah bekerja dimana mana monopoli pekerjaan fisik di papua, kami pengusaha asli papua hanya sebagai penonton setia saja. Kapan ada perhatian dan  Kepedulian terhadap pengusaha asli Papua sehingga tidak terjadi kecemburuan antara pengusaha pendatang dan pengusaha asli papua dan kami meminta  Kepada Bapak Menteri PUPR segera melibatkan pengusaha Asli Papua dalam setiap proyek – proyek infrastruktur yang turun ke Papua.

Ia juga mengatakan bahwa, “Kami sangat menyayangkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh saudara saudara kita yang beda pendapat terhadap aparat keamanan yang tidak bersalah, tolong hentikan kekerasan – kekerasan di Papua , mari bersama, bersatu, bersehati membangun papua dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Bupati Nduga bersama dengan TNI/POLRI Anggota DPRD/DPRP serta tokoh adat,tokoh agama, tokoh perempuan dan tokoh pemuda serta steakholder lainya , harus duduk bersama  bersama untuk mencari solusi terbaik dalam menyelesaikan persoalan konflik bersenjata di kabupaten Nduga yang selama ini belum terselesaikan.

Dan dalam pertemuan tersebut harus melibatkan juga  perwakilan Kelompok Kriminal Saparatis Bersenjata ( KKSB  ) namun di jamin keamanannya dan juga Staf khusus Presiden saudara Lenis Kogoya, juga turun ke daerah konflik Nduga untuk mencari solusi yang terbaik, karena selama ini konflik bersenjata itu terjadi di wilayahnya yaitu pegunungan , kami di wilayah pesisir pantai sampai saat ini masih aman-aman saja dan tidak terjadi konflik bersenjata yang mengakibatkan korban jiwa.

Ia juga meminta, Untuk sementara pekerjaan infrastruktur khususnya pembangunan jalan dan jembatan Trans Nduga menuju Jayapura di hentikan dulu sampai ada penyelesaian didaerah Konflik benar – benar Aman dan saran kami Kepada Bapak  Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat ( PUPR )  bersama Bapak  kepala  Balai Besar Jalan dan Jembatan segera melibatkan pengusaha Kontraktor Papua untuk terlibat dalam pekerjaan Infrastruktur di Jalan Trans Menuju Jayapura, Jangan ada Oknum Pengusaha BUMN seperti PT. PP yang selalu memonopoli Pekerjaan Infrastruktur di Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

free hit counter